http://www.boemi-islam.com/content.php?q_idn_content=2&q_idn_content_kat=6
Kisah nyata diatas [klik link-nya] membuatku tertegun. Beberapa saat kemudian aku mencoba menghubungi penulisnya, mungkin bisa berkenalan. Singkat, dan kami menjadi teman dalam beberapa jam kemudian. Entah apa yang kami bicarakan dulu, tapi aku merasa begitu akrab. Kami pun saling bertukar pengalaman, chat, menulis di boemi-islam dan sebagainya.
Lembang adalah tempat bekas harapan, tentang keinginan untuk [...]
Monthly Archives: November 2004
a_hadiana [Tentang Takdir Pertemuan]
29-Nov-04Perjalanan Hulu 1 [rute]
23-Nov-04Menempuh jalan ke hulu asal kelahiran dan dibesarkan, bersama teman sejati. Dengan rute yang kutempuh seperti dibawah ini. Yang tercetak tebal merupakan hal-hal khusus seperti menginap, pertemuan dan silaturahmi, sedangkan yang tidak tercetak tebal merupakan kota-kota yang masih terlewati [belum sempat mampir untuk sekedar tafakur pada alamnya].
Cikarang-Bekasi-Jakarta-Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cikalongkulon-Karangtengah-Padalarang-Bandung-Cileunyi-Nagrek-Sukamerang-Malangbong-Ciawi-Tasikmalaya-Cikoneng-Ciamis-Cisaga-Banjar-Wanareja-Majenang-Karangpucung-Sidareja-Cilacap-Rawalo-Buntu-Sumpiuh-Tambak-Gombong-Karanganyar-Kebumen-Prembun-Butuh-Kutoarjo-Purworejo-Purwodadi-Temon-Wates-Sentolo-Yogyakarta-Wates-Purwodadi-Kutoarjo-Kebumen-Karanganyar-Gombong-Tambak-Sumpiuh-Kroya-Maos-Waten-Sidareja-Cilacap-Sidareja-Cilacap-Rawalo-Buntu-Sumpiuh-Tambak-Gombong-Karanganyar-Kebumen-Prembun-Butuh-Kutoarjo-Purworejo-Loano-Salaman-Mungkid-Magelang-Secang-Ambarawa-Bandungan-Ambarawa-Bawen-Salatiga-Karanggede-Gemolong-Sragen-Gondang-Mantingan-Ngawi-Padas-Karangjati–Muneng-Caruban-Nganjuk-Kertosono-Pare-Kandangan-Pujon-Batu-Pendem-Malang-Karanglo-Singosari-Lawang-Purwodadi-Purwosari-Pandaan-Gempol-Porong-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan–Bojonegoro-Purwodadi-Semarang-Kendal-Weleri-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Cirebon-Karawang-Bekasi-Jakarta-Cikarang .
Antara Kita dan Mereka Di Idul Fitri
10-Nov-04sadarkah kita, saat ini ada jutaan muslim yang sedang termenung disamping puing-puing rumahnya. sementara anak-anaknya melantunkan doa di masjid-masjid tanpa atap tanpa alas kaki. mereka tidak mempunyai cukup cahaya ketika matahari tidak bisa lebih lama menemani, mereka juga tidak mempunyai cukup air ketika dahaga tidak bisa lebih lama lagi dibohongi.
teringat sebuah puisi :
bila kita berbuka [...]