Nasyid ini begitu syahdu, pas dengan kondisi ane saat ini. Lelah capek sedih. Ramadhan compang camping bak baju pendekar kalah dari pertarungan, penuh darah. Sahabat, istriku baru saja kecelakaan, mohon doanya agar beliau diberi kesembuhan segera. Sahabat, apakah berdosa membiarkan istri sendiri menanggung luka ? Sementara diriku sibuk dalam galut dunia yang penuh kepalsuan ini [...]
Monthly Archives: October 2004
Kusandarkan Lelah di Sayap Malam
27-Oct-04Ramadhan ini …
13-Oct-04Ada api di setiap wajahDalam mata yang menyala dengan air mataPada tangan yang berangkulanMenumpahkan rindu dan keterasinganPada ucapan-ucapan yang sangat bergetarSaat rangkulan tenggelam dalam tangis yang pahitSenyuman bercampur air mata mengepungnyayang mengembang dari wajah anak-anaknya
[Jehad Rajbi]
Ramadhan ini, mereka masih tetap berjuang. Marhaban yaa Ramadhan … ceriakan wajah saudara-saudaraku disana, dengan kehadiranmu. palestina puisi
Sehelai Kenangan
10-Oct-04Jalur pantai selatan tidak begitu padat, menghadirkan pemandangan syahdu. Selalu, setiap pemandangan yang kulintasi adalah tempat pemantapan kekerdilan diri, di depan kebesaran-Nya. Saat itu, sahabat hidupku bercerita, tentang indahnya sungai di sepanjang jalan raya daerah Kebumen, tentang masa kecilnya bermain dalam kejernihan air, tentang hari-harinya di desa kakek.
Setiap kenangan akan mengembalikan perasaanmu yang dulu. Ada [...]
Jangan Bersedih
04-Oct-04Dulu, selalu kunanti di setiap petang dan pagi, dengan memasang kedua telinga, menyaring kata-kata para pembawa berita. Aku akan berharap kata yang kunanti itu terdengar, maka jika iya, berlarilah aku memburunya dengan derap kakiku, dan dalam sekejap aku sudah di depan televisi. Menatap sketsa kesedihan.
Selalu kuharap di setiap lembar surat kabar berita. Dengan mataku yang [...]
Harum Tanah Basah
04-Oct-04harum tanah basah adalah yang kurindu
selalu merekah senyumku menghirupnya
seperti riang bocah
yang tak mengerti arti hujan
sampai dimana dirimu saat ini ?
dulu adalah,
romantisme kaca jendela yang membulir air
indah yang hangat di rumah ayah
waktu yang lalu dalam naungan ibu
tapi di kota ini,
gelisah melimpah di bumi hati
satu satu, aku ingin menatanya
hingga tak tertampak ragu
dihadapan cintaku
rindu aku menghirup tanah basah
seperti [...]