Skip to content

Pulkam : Kehidupan Aoi Sora

08-Oct-08

Di dekat Sidareja, kampungku yang pertama (tepatnya kampung kelahiran istri). Tak banyak berubah, meski toko semakin banyak menggairahkan perekonomian, motor semakin menyebalkan karena raungannya yang digeber-geber mengganggu tidur anakku, mercon Idul Fitri masih saja meledak-ledak di langit malam syawal pertama mengalahkan dengung takbir. Lagu Ungu diulang-ulang karena menjadi hits Idul Fitri kali ini, seperti soundtrack film tentang sebuah  desa yang bertaubat karena banyak dosa …

Dan demi nafas
Yang telah kau hembuskan
Dalam kehidupan ku
Ku berjanji
Ku akan menjadi yang terbaik
Jalankan segala perintah Mu
Menjauh di segala larangan Mu
Adalah sebaris doa ku untuk Mu
[by. Ungu]

Seperti tahun-tahun yang selalu berulang, foto-foto yang kuambil hampir sama seperti klise kehidupan desa yang monoton. Kali ini dengan Muhandis kecilku. Kami susuri rel sampai hampir ketabrak kereta api karena narsis mau foto diri, menyeberang jembatan putus-putus, menelapak di tanah sawah yang lengket memberatkan sandal jepit. Semua foto yang kuambil bermodal kan nekat, gak punya malu dan pura-pura gak kenal (emang gak kenal :p). Hasilnya tukang jahit, tukang potong rambut, tukang jual bunga, tukang jual kayu bakar, tukang burung, penjual monyet, penjual ayam, pedagang pisang, penjual pangan burung, tukang becak, mbok-mbok ke pasar dan kehidupan sederhana lainnya.

Aoi Sora … sutekii. Bagaimana ya kehidupan dibawah langit biru Tuscany ? Kurasa tak sesederhana di sini, mungkin serumit mimpi dan seruwet angan-angan yang tak berujung. Ah, ingin kuceritakan semuanya. Tentang kehidupan yang nyata ini, pada hatiku, pada diriku … bahwa itu lebih baik.

Pulkam : Keberangkatan Penuh Sesak

05-Oct-08

Pulang kampung menjadi rutinitas negeri ini, bagi mereka yang memiliki kampung tentunya. Bagi yang tidak, mungkin bisa menghibur diri dengan kota-nya yang menjadi lebih sepi dan tenang. Tahun ini ada tiga kampung yang harus kupulangi.

Berangkat di Jumat sore yang menyesakkan. Sesak karena jalan menjadi begitu sempit dengan sebanyak itu manusia-manusia menuju tempat kerinduan menggunakan berbagai macam jenis angkutan. Dan mengapa kerinduan harus dikumpulkan di satu waktu ? Tak tahu. Sesak karena akhir Ramadhan ini tak kulalui dengan lebih baik. Sesak karena, mulai hari itu aku sepertinya akan kehilangan seorang teman. Sesak karena harus berebut kursi perjalanan, ambil ancang, sikut sana, tendang sini, bergelantungan di pintu bis.

Sesesak apapun aku harus melaluinya. Di hati yang sesak, di tempat yang sesak, di pikiran yang sesak, di sudut-sudut mata yang sesak oleh air mata kesedihan, di ruang dadamu yang sesak oleh kekesalan yang tak terjawab … ada rindu yang harus kau jemput. Ada cinta yang menunggumu. Mungkin akan menemukan senyum di salah satu tujuanmu.

Aku

30-Aug-08

aku bukanlah besi
atau api
seperti pejuang di sabilillah itu
aku hanyalah daun
yang lebih sering gugur
yang ingin menampung embun
seperti dirimu
aku hanyalah seonggok kayu
yang lebih sering lapuk
yang ingin menjadi
tempatmu bernaung

aku adalah setapak
yang terinjak-injak
yang ingin menuntun kakimu
ke tujuan hidupmu
tapi setapak itu tak abadi
kadang ia rusak
dimakan alam dan musim

itu sepuisi tentangku
yang bercita menjadi besi pedang
dan api perjuangan
gunung ketegaran
dan lautan sabar

tapi aku cuma ini

Waktu

09-Jan-08

Stresss, semuanya pasti. Dikejar-kejar, dan semuanya berlari-lari. Bingung, semuanya pusing tujuh keliling. Datanya bagaimana ? Datanya sudah siap ? Jangan tanya-tanya dong, bantu kenapa. Test test test, alpha test, integration test, escalate , test again and again. Malam, hari ini harus pulang malam lagi. Setiap hari sepanjang tahun tidak melihat matahari dihari kerja.

Pulang, ingin sekali pulang ke Malang. Sudah setahun ini tak melihat kota Ibuku, hiks :( banget kalau ingat beliau, wajahnya merindukan. Seperti rinduku pada masa lalu. Deg … Kadang kita tiba-tiba sadar, umur berlalu setengah jalan - meski takdir bukanlah galah, yang bisa diukur dengan satu ukuran.

… apa lagi, adakah yang bisa dihubungkan dengan waktu.

Kemarin ada seseorang yang menyeletuk … “Waktu, saat aku ingin dia cepat, dia lambat, saat aku ingin dia lambat, dia cepat”.

Tepat ! 100 deh untuk dia.

Anomali Cuaca atau Manusia ?

01-Jan-08

Tahun Masehi semakin tua, bertambah satu menjadi 2008. Diiringi hujan yang deras, semua orang menanti detik-detik pergantian (semoga tanpa caci maki ;). Di dalam masjid dan halaqoh, Alhamdulillah, kami masih bisa berdiskusi. Tentang tahun baru, tentang manusia, tentang kepedulian, tentang partai dan tentang hujan … diiringi suara terompet, kembang api dan petir serta sedikit camilan lenting asal Purworejo.

Sedikit pemikiran berikut yang kuambil dari bahan diskusi, tentang anomali atau sesuatu yang aneh terjadi diluar keharusan atau kewajaran.

Iklim bumi saat ini bisa dikatakan mengalami anomali akibat global warming. Tahun ini di Inggris terjadi banjir besar, dan di Yunani terjadi kebakaran hutan dasyat. Di Jakarta air laut meluber membanjiri pemukiman bagian utara. Badai semakin sering terjadi diberbagai belahan dunia.

Ada juga anomali lucu, orang-orang menyalakan kembang api disaat hujan … dan bisa. Meski alam membalasnya dengan petir yang dasyat. Ah peduli amat … dan mereka tetap saja berkembang api ria. Jadilah sahut menyahut antara kembang api dan petir. Selain itu muter-muter naik motor, mejeng dan bertawa haha. Tahukah bahwa ratusan juta rupiah yang harus dibayar untuk semua itu … untuk pentas, untuk api, untuk tawa, untuk kepuasan akhir tahun.

Selain lucu, anomali tersebut juga memalukan atau menyedihkan, karena semua itu dilakukan disaat saudara-saudara mereka di Ngawi, Cepu, Bojonegoro dan Lamongan menahan lapar dan dingin karena banjir yang melanda beberapa hari. Aneh tidak sih ? atau saya yg tidak bisa mencerna hikmah dari keadaan ini ?

Anomali yang ini bikin gila, setelah menghabiskan ratusan juta rupiah untuk kembang api dan haha, esok paginya banjir melanda. Bua hahahaha … ini apaan sih ? Saya bukan mentertawakan yang kebanjiran, saya sedih bahkan sangat sedih, hingga sampai tertawa … karena kegilaan. Saya gila karena tidak bisa mencerna maksudnya apa.

Apakah kehidupan mereka akan lebih baik dengan pentas dan kembang api ? apakah banjir akan hilang dengan itu semua ? apakah hanya berharap dan berdoa di tahun baru bisa dikabulkan semua kebaikan ? Sedangkan energi utk perbaikan itu mereka bakar sia-sia. Sumber kepedulian itu mereka lempar kelangit menjadi keindahan sesaat setelah itu hilang lenyap.

Adakah yang bisa menjelaskan sobat ? Butuh pencerahan nih.

Cemburu di Tahun Baru

30-Dec-07

Setiap tahun berganti
Ingin merayakannya dengan kembang api
Memantiknya di malam hari
Dan melihatnya menyala seperti bunga

Tapi selalu kuurungkan niatku
Teringat akan ia yang akan cemburu

Ya … cemburu …
Pada mereka yang menunggu berjam-jam
Hanya untuk satu detik pergantian
Pada mereka yang semalam tak terpejam
Hanya untuk sekilas perubahan
Dan mendapati esok harinya … sama

Di tahun baru yang kesekian
Aku ingin biasa saja
Seperti pergantian detik-detik lainnya
Tak ada yang istimewa
Kecuali mengganti angka hari di dinding
Selebihnya …
Aku akan berdoa seperti hari kemarin
Aku akan selalu berusaha seperti seharusnya
Aku akan mengucapkan cinta kapan saja

Agar ada sisa rindu
Pada Muharam dan bulan Islam

Jika Nama Anakku

28-Dec-07

Insya Allah jika punya anak, maka akan kusiapkan nama-nama yang baik. Alhamdulillah nama-nama anak yang lahir di generasi sekarang banyak yang mengambil nama-nama Islam, baik itu nama Nabi, nama sahabat, nama mujahid atau nama yang diambil dari Al-Quran. Bahkan sangkin senengnya (akan kelahiran si anak dan Islam tentunya) namanya panjang-panjang. Kalau ane inginnya sih cukup 2 kata aja yang pendek dan singkat.

Jika dikasih Allah anak, maka nama apa yang harus saya siapkan ? Pernah terbayang jika perempuan akan ane beri nama Maryam Ensi, hehe … cantik kan ? Maryam diambil dari nama wanita suci yang melahirkan nabi Isa as. Dan Ensi diambil dari kata ensiklopedia :) biar nanti dia jadi orang yang cerdas. Atau bisa juga Maryam Izzati yang berarti wanita suci yang mempunyai kemuliaan (harga diri).

Kalau laki-laki, banyak banget yang terpikirkan. Bisa Muhammad Azzam, Muhammad Izzudin, Azzam Muhandis (nama blog ini dong ?) dll. Kalau si Melly Goeslow menamakan anaknya aneh banget tapi unik juga kok, Lelaki Bernama Hoed dan di plesetin ama Tukul ‘untung namanya bukan Belok Kiri Jalan Terus, atau Jalan Pelan-Pelan’ … haha. Kalau mau niru dan nggak norak-norak amat mungkin bisa aja Sang Muhandis.

Hmm … Izz Muhandis aja ! Izz kependekan dari Izzudin yang berarti kemuliaan agama dan Muhandis - udah tahu dong - dari julukan mujahid Palestin Yahya Ayash yang artinya Insinyur. Harapannya biar jadi insinyur atau ilmuwan bidang teknik yang memperjuangkan kemuliaan agama.

Oh ya .. jika dan hanya jika Allah menghendaki loh :) Amiin.

Hujan itu Sederhana, Hadapi dengan Sederhana

07-Dec-07

Hujan … seharusnya tidak perlu dicaci, seperti yang sering kita dengar … “sial, hujan nih”. Juga tidak perlu disesali, seperti yang sering digumankan … “aduh, kalau saja tidak hujan”. Dan seharusnya tidak perlu kita pertanyakan, seperti yang sering terngiang di hati … “mengapa hujan disaat begini ?”.

Ketika hujan datang, kita tidak perlu memikirkan mengapa hujan terbentuk, apa akibatnya bagi kita, flu kah, kedinginan kah, mengapa hujan lama sekali, disebabkan hujan banjir dimana-mana atau gara-gara hujan janji batal. Bukan itu yang harus kita pikirkan saat tetes pertama menyentuh kulit ari. Seharusnya yang pertama terbersit di syaraf pertama otak kita adalah … “hujan ini kehendak Allah”, maka berikutnya akan menjadi indah … karena bersyukur adalah jawabnya, bertafakur adalah nikmatnya, senyum menjadi berkahnya.

Kita sering menjadikan bencana besar (banjir, tsunami, gempa, perang, penyakit dsb) sebagai saat terakhir untuk bersyukur (karena masih bisa hidup kali yeee), tapi menjadikan hujan mungil yang lucu dan indah ini sebagai tempat sampah umpatan dan penyesalan.

Hadapi saja hujan dengan sederhana, seperti saat kita kecil imut dulu. Tersenyum penuh berkah. Alhamdulillah.

Hari Gini, Beli Adenium ?

04-Dec-07

Jika ada orang paling tidak update terhadap trend mungkin itu saya. Beberapa tahun terakhir tanaman berbunga yang bernama adenium ini begitu digemari orang. Meski sekarang agak terkalahkan dengan ‘keajaiban’ Anturium. Saya bilang ajaib karena meski bentuknya hanya berupa daun-daun hijau tanpa bunga, orang mau membelinya hingga puluhan juta rupiah.

Kembali ke adenium, maka tiba-tiba saja saya sudah membeli beberapa adenium. Dua sudah berumur setahunan, dengan bentuk seperti pohon condong dan pohon mungil penuh daun. Satu masih kecil berusia empat bulanan dan beberapa masih berbentuk biji yang telah disemai. Dulu memang tidak suka adenium, karena yang saya lihat adenium hanyalah tanaman biasa dengan bentuk batang membosankan dan bunga kalah jauh cantiknya dengan mawar atau air brush atau kamboja.

Setelah mata terbuka dengan melihat adenium lain yang menyerupai bonsai, dengan daun yang lebat dan penuh bunga … mulailah bertanya sana sini, kok bisa seperti itu, kok bagus sekali, kok gini, kok gitu.

Akhirnya niat deh beli, yang masih muda biar harganya murah, meski harus menahan malu dikatain istri, “Hari gini, beli adenium ?”. Maklum, istri sudah minta dari dulu tapi selalu saya tolak :P.

Dulu saya suka musim hujan dan benci panas, ternyata sekarang bisa suka matahari karena ada langit biru dan awan putihnya. Dulu saya tidak suka adenium karena membosankan, ternyata saya bisa suka karena ada sisi lainnya yang unik.

Berubah itu bisa menyenangkan ya … dan melihat sesuatu itu … harus sabar :)

Fotografi Jalanan, Ini Menurutku

01-Dec-07

Ini bukan tutorial ya, bukan juga tips atau trik. Ini cuma tentang apa yang ada dalam pikiranku sekitar street photography. Dari semua jenis kategori fotografi seperti still life, landscape atau pemandangan, bunga dan sebagainya, fotografi jalanan adalah yang paling membuatku terkesan. Mengapa? karena fotografi jenis ini paling mudah mengungkapkan banyak cerita meskipun untuk mendapatkan cerita yang bagus tidaklah gampang.

 
Menunggu atau Terus Berjalan
Street photography tidak bisa direncanakan sesuai keinginan kita, karena pelakunya adalah orang-orang yang ada di jalanan, tentunya kita tidak bisa memerintah mereka. Jika kita ingin mendapatkan cerita yang diinginkan maka kita harus menunggu, kesabaran tentu sangat penting. Cara lain adalah dengan mengharapkan keberuntungan untuk mendapatkan moment dengan cerita hebat, tidak dengan duduk diam, harus terus berjalan keseluruh sudut wilayah tempat hunting.

Fokus Wajah atau Bahasa Tubuh
Apa yang paling banyak bercerita dari sebuah foto street ? Menurutku adalah wajah dan bahasa/gerak tubuh. Jika bisa menggabungkan keduanya maka akan baik sekali. Wajah bisa bercerita banyak tentang perasaan sang obyek street. Sedangkan bahasa tubuh akan menceritakan tentang kehidupan sang obyek. Kedua hal itu akan menjadi poin penting dari nilai foto street.

Komposisi
Sangat susah untuk mendapatkan komposisi terbaik karena foto yang didapatkan tidak bisa diulang, padahal komposisi adalah salah satu unsur foto yang terpenting. Satu-satunya cara adalah memperbaikinya melalui software dengan teknik cropping (membuang yang tidak perlu), atau … biarkan saja apa adanya, ini kadang justru menjadi kekuatan foto street, alami.

 

Hitam Putih
Sebagian besar foto street akan kuhitam-putih-kan. Dengan cara ini foto tidak saja terlihat klasik dan abadi, lebih penting lagi foto akan lebih fokus pada obyek dan ceritanya. Jika foto street berwarna, orang lain bisa terbelokkan untuk berpikir juga tentang warna foto tersebut. Ingat, kekuatan utama foto street adalah pada cerita.